Memuat Laman Pusat Asesmen Pendidikan

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN MENUJU WBBM
Berita
Home Berita
WEBINAR PENYAMPAIAN HASIL UJI KESETARAAN PROGRAM PAKET C/ULYA TAHUN 2023: ASPEK APA YANG PERLU DITINGKATKAN?
Jumat, 16 Juni 2023 4690x dilihat

Serpong, Tangerang. Uji Kesetaraan (UK) tahun 2023 sudah dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei 2023 lalu. Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemdikbudristek telah melakukan analisis terhadap hasil uji kesetaraan. Dalam rangka menginformasikan hasil UK tersebut, Pusmendik bersama Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) mengadakan webinar dengan tajuk “Penyampaian Hasil Uji Kesetaraan 2023” pada hari Senin, tanggal 12 Juni 2023. Sejatinya, webinar kali ini fokus kepada penyampaian hasil UK untuk program Paket C/Ulya.

Webinar dihadiri oleh Kepala Pusmendik, Asrijanty, Ph.D, Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen, Dr. Sutanto, S.H., M.A., Plt Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Aswin Wihdiyanto, S.T., M.A., Koordinator Substansi Analisis dan Pemanfaatan Hasil Penilaian Pusmendik, Haryo Susetyo, M. Kom., serta diikuti oleh seluruh Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemdikbudristek, seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Kanwil Kemenag, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Kepala Kantor Kemenag. Moderator yang bertugas dalam webinar kali ini adalah Sumiati, S.E., M.E. dari Direktorat PMPK.

Kepala Pusmendik, Ibu Asrijanty, membuka kegiatan webinar sekaligus menyampaikan kebijakan Uji Kesetaraan 2023, baik dari hal-hal teknis, seperti aturan dan persyaratan, hingga hasil UK. Pada awalnya, beliau mengingatkan kembali perihal Permendikbud No. 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pasal 5 dan 9, yang secara implisit menekankan kepada penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi sebagai kompetensi minimum dalam hidup bermasyarakat. Kemudian, beliau menyampaikan terkait keikutsertaan peserta dalam UK 2023 yang mencapai persentase di atas 70% untuk semua jenjang.

Dari data tersebut, Ibu Asrijanty mengutarakan bahwa keikutsertaan peserta untuk UK 2023 mengalami penurunan dari jumlah peserta yang melakukan pendaftaran. Hal ini mungkin terjadi karena aturan UK tahun ini yang bersifat opsional. Meski begitu, total peserta yang mencapai 77,66%, bagi beliau, sudah cukup besar.

Poin penting yang kemudian disampaikan oleh Ibu Asrijanty adalah terkait persentase kelulusan UK Paket C tahun 2023. Secara umum, sebagian peserta UK Paket C “Tidak Mencapai Kompetensi”, baik pada kompetensi Literasi maupun Numerasi. Hal ini tentu menjadi PR tersendiri, meski begitu beliau menyadari bahwa tipe-tipe soal pada UK ini merupakan hal baru bagi peserta pendidikan nonformal/informal.

Pada akhir paparannya, Ibu Asrijanty menyampaikan bahwa pendidik atau tutor pada pendidikan informal/nonformal perlu mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik. Harapannya, pada tahun-tahun berikutnya ada peningkatan pada persentase peserta yang “Mencapai Kompetensi”, baik pada kompetensi literasi maupun numerasi.

Pada paparan berikutnya, Bapak Aswin menyampaikan peran uji kesetaraan dalam peningkatan mutu pendidikan. Beliau memulai dengan melakukan penyamaan persepsi melalui pemaparan histori uji kesetaraan di masa lampau dan saat ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, beliau juga menjabarkan terkait urgensi uji kesetaraan yang didasari pada Permendikbud No. 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Dua materi terakhir dalam webinar ini adalah materi yang bersifat teknis. Pertama terkait mekanisme pendistribusian SHUK (Sertifikat Hasil Uji Kesetaraan) dan SKHUK (Surat Keterangan Hasil Uji Kesetaraan) oleh Bapak Haryo Susetyo. Kedua, dilanjutkan oleh Pak Sutanto yang menjelaskan terkait mekanisme PPDB untuk alumni yang ingin melanjutkan ke pendidikan formal atau ke pendidikan nonformal dan informal berikutnya.

Pada acara penutup, Bapak Rifky, Kepala Sub Data Perencanaan dan Penjaminan Mutu di Pendidikan Masyarakat, menyampaikan closing statement yang kurang lebih sebagai berikut:

Dalam rangka menghargai pendidikan nonformal/informal dan penyetaraan dengan pendidikan formal,uji kesetaraan berfungsi sebagai suatu proses penilaian untuk memenuhi standar nasional pendidikan diperlukan. Pentingnya proses penilaian ini bertujuan agar pendidikan kesetaraan dapat diakui setara agar peserta didik mencapai kompetensi yang setara, membuka peluang untuk pendidikan lebih tinggi dan pendidikan formal atau untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dengan uji kesetaraan, peserta didik pendidikan mendapatkan apresiasi masyarakat sehingga menjadi iklusif, dan pada akhirnya kesetaraan terwujuud dengan semua individu mendapatkan haknya, tanpa mengabaikan kualitas dan mutu lulusan, agar mendapatkan lulusan yang semakin berkualitas dan bermartabat.