Memuat Laman Pusat Asesmen Pendidikan

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN MENUJU WBBM
Berita
Home Berita
Sosialisasi AN di Kota Bandar Lampung, Kepala Pusmendik: “AN bukan sekedar pengumpulan data, yang terpenting adalah bagaimana dapat ditindaklanjuti melalui Rapor Pendidikan.”
Minggu, 02 Juli 2023 4329x dilihat

Bandar Lampung, 24 Juni 2023 --- Melanjutkan kegiatan sosialisasi AN 2023, setelah di Kota Sorong, Papua Barat, kini sosialisasi AN yang kedua diselenggarakan di Provinsi Lampung. Kegiatan yang juga merupakan kemitraan Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) dengan Komisi X DPR-RI ini bertempat di Hotel Radisson Kota Bandar Lampung dengan tema yang mengupas tentang Asesmen Nasional (AN) dan Rapor Pendidikan serta relevansinya. Dengan mengundang 105 peserta yang terdiri dari guru-guru dari berbagai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK di Kota Bandar Lampung, diharapkan guru-guru dapat memberikan feedback atas informasi yang disampaikan atau isu-isu lain seputar persiapan pelaksanaan AN.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Mulyadi, selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Beliau mengatakan, “Tahun ini adalah kali ketiga Kota Bandar Lampung melaksanakan AN, setelah pertama kali AN diselenggarakan pada masa pandemi COVID19. Di tahun 2022 kemarin, sudah banyak sekolah-sekolah di Provinsi Lampung yang berpartisipasi, seperti Sekolah Dasar (SD) biasanya tidak banyak yang ikut berpartisipasi, namun ternyata di luar dugaan, banyak SD yang turut serta melaksanakan AN.” Sebenarnya masalah yang ada pada sekolah-sekolah di Kota Bandar Lampung ini terutama SD, sarana prasarana masih minim seperti kurangnya perangkat komputer, seperti komputer desktop dan Chromebook. Sehingga banyak sekolah SD yang menumpang pada SMP. “Harapan kami Pusat dan Komisi X DPR-RI dapat membantu sekolah-sekolah di Provinsi Lampung terutama kota Bandar Lampung yang masih membutuhkan bantuan terkait sarana dan prasarana.” tutupnya.

Sambutan kedua sekaligus membuka acara disampaikan oleh Kepala Pusmendik, Asrijanty. Seperti halnya yang beliau sampaikan pada acara Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) sebelumnya, bahwa, tujuan Pendidikan adalah melahirkan generasi penerus yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan pada akhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif, yang dapat menguatkan karakter dan kompetensi peserta didik sehingga menghasilkan generasi unggul yang berkarakter dan mampu bersaing tidak hanya dalam tataran nasional tetapi juga di ranah global.

Menurut Asrijanty, Kurikulum Merdeka sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah namun pada fakta di lapangan, esensi dari Kurikulum Merdeka belum tercapai. “Siswa menghabiskan waktu lebih banyak di sekolah daripada waktu di rumah, tetapi apa yang mereka dapat apabila yang kita berikan hanya untuk dapat mereproduksi apa yang kita berikan, itu tidak cukup. jangan sampai mereka tamat SMA sama saja dengan dengan yang tamatan SMP. Harusnya dengan jumlah waktu pendidikan yang semakin bertambah bukan hanya bertambah pula pengetahuan tetapi juga mengubah cara berpikir.” imbuhnya.

Asrijanty berpesan, bahwa peran guru adalah membimbing, memberikan masukan & feedback agar siswa sehingga siswa menemukan kelebihannya dan fokus pada kelebihannya itu. Pengukuran dalam AN tidak hanya berupa capaian hasil belajar literasi dan numerasi akan tetapi juga mengukur faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran karena kita ingin Satuan Pendidikan dapat melakukan perubahan, memperbaiki iklim dan ekosistem untuk membantu agar siswa mencapai dan mengembangkan kompetensinya.

“AN bukan hanya sekedar pengumpulan data, yang terpenting adalah bagaimana dapat ditindak lanjuti, melalui Rapor Pendidikan. Data pada AN ini tidak akan bermanfaat bila tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Kalau kita mau memperbaiki kualitas, maka data yang diberikan haruslah data yang valid yang sebenarnya, bukan hanya mengisi yang bagus-bagus saja.”, pesannya kembali sebelum akhirnya membuka acara diskusi ini.

Sebelum pemaparan materi inti oleh para narasumber, terlebih dahulu pengarahan disampaikan oleh anggota Komisi X DPR-RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Muhammad Kadafi yang hadir secara daring melalui Zoom. Di depan para guru, beliau menyampaikan bahwa, program yang diusung oleh komisi X pada periode ini khususnya untuk provinsi Lampung menitikberatkan pada kesejahteran guru, Program Indonesia Pintar, dan pembiayaan sekolah bagi siswa yang tidak mampu. “Kami sadari, guru merupakan ujung tombak dimana kita dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas, oleh karena itu Komisi X sangat memperhatikan kesejahteraan guru.” tuturnya. Pada kesempatan ini pula, Komisi X DPR-RI melalui Muhammad Kadafi secara resmi membagikan bantuan Program Indonesia Pintar kepada sejumlah sekolah di Kota Bandar Lampung.

Pada Kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun kali ini menghadirkan narasumber tidak hanya dari Pusmendik, namun juga narasumber dari Biro Hukum Kemendikbud dan juga dari Pengawas Sekolah. Materi-materi yang disajikan diantaranya:

  • “Relevansi Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan dalam Perspektif Hukum” yang disampaikan oleh Rika Irdayanti dari Biro Hukum Kemendikbudristek
  • “Perubahan POS AN 2023 serta teknis pelaksanaannya” yang disampaikan oleh Mira Josy Moestadi dari Pusmendik
  • “Asesmen Nasional merupakan bagian dari Rapor Pendidikan dan sosialisasi terkait Survei Lingkungan Belajar” yang disampaikan oleh Aditya Ramadhan dari Pusmendik
  • “Praktik Baik Perencanaan dalam Berbasis Data” yang disampaikan oleh Emma Suryani dari Pengawas Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung

Pada sesi terakhir acara diskusi ini, diberikan kesempatan kepada para guru untuk melayangkan pertanyaan seputar AN kepada para narasumber. Acara diakhiri dengan pemberian hadiah bagi guru yang berpartisipasi dalam diskusi tersebut dan ditutup oleh tim ahli Komisi X DPR-RI.


-----

Narasi: Sawungaji Aryo Danurdoro