Memuat Laman Pusat Asesmen Pendidikan

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN MENUJU WBBM
Berita
Home Berita
Kupas Tuntas Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan
Jumat, 04 Agustus 2023 4585x dilihat

Banda Aceh, 8 Juli 2023 --- Di kota serambi mekkah ini, Pusmendik bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun tentang Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan Tahun 2023 pada hari Minggu, 9 Juli 2023 di Hotel Al-Hanifi Bandar Aceh. Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota Komisi X DPR RI, Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, S. E. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 100 guru yang berasal dari hampir 100 sekolah di semua jenjang, dari SD, SMP, hingga SMA.

bu-kapus-aceh

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Asrijanty, Ph. D. Beliau menyampaikan beberapa hal mendasar tentang Asesmen Nasional dan memberikan penekanan kepada perubahan pembelajaran. Beliau juga menganalogikan pemberian motivasi belajar seperti sebuah gim: ada tujuan, ada tantangan, ada level yang harus ditingkatkan. Hal tersebut berpengaruh kepada psikologi peserta didik dan dapat meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, beliau juga menyampaikan metode bercerita atau memberi narasi sesuai dengan dinamika kehidupan dan keberagaman agar pembelajaran tidak selalu teoritis dan membosankan. Pada akhir penyampaian, Asrijanty menekankan, “Tujuan pendidikan bukan untuk menyukseskan kurikulum, melainkan untuk perkembangan peserta didik.”

 Kegiatan berikutnya adalah sambutan dari Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, S. E. selaku anggota Komisi X DPR RI. Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Asrijanty, beliau menyampaikan bahwa perubahan pembelajaran perlu dilakukan untuk mendongkrak kualitas kompetensi peserta didik. Beliau turut menyinggung hasil Rapor Pendidikan di Kota Bandar Aceh yang secara persentase sebagian besar masih berada di bawah kompetensi minimum, baik untuk kompetensi literasi maupun kompetensi numerasi. Dalam skala luas, Illiza juga “menyenggol” hasil PISA Indonesia yang selalu berada di tiga hingga lima besar urutan terbawah. Hal tersebut menjadi acuan untuk guru-guru meningkatkan metode pembelajaran dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik. Seperti halnya Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan Konstantinopel karena belajar strategi dari gurunya sejak kecil, peserta didik pun bisa “menaklukkan” dunia dengan metode pembelajaran yang tepat sejak dini.

Setelah sambutan selesai, Tim Pusmendik berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan Illiza. Pada hakikatnya, anggota komisi X DPR-RI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu sangat mendukung program pemerintah, baik itu AN maupun Merdeka Belajar. Hanya saja, beliau menekankan perlunya sosialisasi serta pemberian sarana dan prasarana yang merata hingga peta jalan yang lebih jelas dan menyeluruh. Selain itu, Illiza juga lebih menitikberatkan kepada perbaikan karakter, di atas level kognitif. “Bukan berarti peningkatan kognitif tidak penting, tetapi perkembangan karakter harus menjadi yang nomor satu untuk membangun Indonesia yang lebih bak di masa mendatang,” tutup beliau.

aceh-02

Setelah acara sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panelis yang terdiri atas 4 sesi yang berbeda. Dengan dimoderatori oleh Septian Dwi Cahyo, sesi 1 bertemakan Prosedur Pelaksanaan Asesmen Nasional 2023 dibawakan oleh Dr. Idwin Irma Krisna S.Si. M.Si. Pada sesi ini, Irma menyampaikan prosesur pelaksanaan AN, baik AKM, Survei Karakter, hingga Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Khusus Sulingjar, beliau menekankan pentingnya untuk peserta didik dan guru mengisi dengan jujur dan apa adanya. Beliau melihat di beberapa sekolah, ada peserta AN yang mendapat ‘tekanan’ dari sekolah agar mereka memberikan penilaian yang “baik-baik” ketika mengisi Sulingjar. “Dalam mengisi instrumen AN, khususnya sulingjar, diharapkan agar diisi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat memberikan hasil yang akurat dan menjadi bahan refleksi untuk pembenahan.”

Sesi berikutnya dibawakan oleh Aditya Ramadhan, S.Si. M.Si dengan mengetengahkan topik Asesmen Nasional sebagai bagian dari Rapor Pendidikan, Adit pada penyampaian kali ini berfokus kepada pemanfaatan fitur-fitur pada rapor Pendidikan, di antaranya informasi capaian dengan skala 1-100 untuk pemaknaan yang lebih intuitif, dan dapat berupa warna hijau, kuning, merah yang menandakan baik, sedang, dan buruk (belum tercapai). Selain itu, beliau turut menyampaikan adanya nilai ∆ sebagai perbedaan capaian antar tahun serta terdapat posisi desil, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sesi ketiga yaitu tentang Pemanfaatan Rapor Pendidikan untuk Penguatan Pembelajaran, disampaikan oleh Dra. Rahmah Zulaiha, M.A. Beliau menjelaskan tentang penguatan pembelajaran berdasarkan hasil rapor pendidikan. Dalam diskusi sesi ini, Rahmah lebih banyak memberikan contoh-contoh soal yang tidak rutin dna menarik, Dengan soal-soal tersebut, daya nalar dan kritis peserta didik pasti akan meningkat. Itulah mengapa guru harus meningkatkan kompetensi mereka, baik dalam metode pembelajaran hingga pembuatan instrumen penilaian yang menarik, sehingga peserta didik pun bisa meningkatkan kompetensinya, dan hasil rapor pendidikan pada tahun-tahun berikutnya pun akan meningkat.

Sesi terakhir dibawakan oleh narasumber dari Pusat Data dan Informasi, Drs. Laurentius Manik Mustikohendro, M.Si. dengan topik Upaya Meningkatkan Validitas Data melalui Mekanisme Pendataan. Dalam sesi ini, Manik menekankan tentang pentingnya melengkapi data dapodik. Jika siswa tidak memiliki NISN, siswa yang bersangkutan tidak bisa mendaftar PIP atau perguruan tinggi. “Data Asesmen Nasional perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan untuk menjaga kualitas data AN diperlukan mekanisme pendataan yang kredibel.”

aceh-03


-------

Penulis: M. Fathir Al Anfal

Penyunting: Sawungaji Aryo Danurdoro