Memuat Laman Pusat Asesmen Pendidikan

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN MENUJU WBBM
Berita
Home Berita
Diskusi Kelompok Terpumpun tentang Asesmen Nasional di Kota Malang: Dekatnya Literasi Membaca dan Numerasi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Rabu, 04 Oktober 2023 3654x dilihat

Malang, 25 September 2023 --- Kota Malang menjadi kota berikutnya Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) menyelenggarakan program kemitraan Diskusi Kelompok Terpumpun tentang Asesmen Nasional (AN) dan Rapor Pendidikan Tahun 2023. Komisi X DPR RI menjadi salah satu mitra yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, SE., M.M. yang diwakili Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Nurul Sri Utami, S.Pd., M.Pd., Nurul mengatakan “Merujuk Permendikbud No. 17 tahun 2020 Pasal 1 ayat 1, bahwa Asesmen Nasional adalah salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan oleh Kementerian pada jenjang dasar dan menengah. Kemendikbudristek telah mengubah kebijakan UN menjadi AN. Pada Merdeka Belajar Episode 19, Kemendikbudristek meluncurkan Rapor Pendidikan, sebuah platform yang menyajikan hasil Asesmen Nasional dan data lain mengenai capaian hasil belajar satuan pendidikan ke dalam satu tampilan yang terintegrasi.” Dengan maksud menghindari miskonsepsi, Nurul menjelaskan warna yang ada pada Rapor Pendidikan tidak bermaksud untuk menghakimi satuan pendidikan akibat buruknya Rapor Pendidikan. Tetapi, warna yang ada pada Rapor Pendidikan dapat membantu memvisualisasikan hasil yang ada, sehingga satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan lebih mudah untuk membacanya.

Sambutan Kadisdik Kota Malang

Selanjutnya, dalam pengarahannya secara daring melalui Zoom, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Asrijanty, Ph.D., menyampaikan “Kemendikbudristek dalam beberapa tahun terakhir melakukan terobosan, perubahan-perubahan kebijakan yang tidak lain tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, mungkin kita semua sepakat dengan kondisi geografis dan jumlah penduduk yang besar tantangan yang diberikan pun sama besarnya. Karena itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan terus kita lakukan pada seluruh wilayah Indonesia”. Dengan AN, diharapkan pengajar dapat melakukan pembelajaran yang seideal mungkin, AN merupakan upaya menciptakan ekosistem yang baik untuk peserta didik. dengan harapan peserta didik dapat berkembang sesuai bakat minatnya, sesuai karakteristiknya. Tidak ada paksaan pada peserta didik untuk menempuh hal yang sama, sehingga peserta didik dapat memilih apa yang menjadi minat bakatnya dan berfokus pada hal tersebut dengan capaian menjadi versi terbaik dari diri masing-masing.

Pengarahan Kapusmendik, Asrijanty, Ph.D.

Sebelum memasuki acara inti, Saifudin Zuhri selaku Tenaga Ahli Komisi X DPR RI mewakili anggota Komisi 10 DPR-RI dari fraksi PDI Perjuangan, Dr. Ahmad Basarah yang kebetulan berhalangan hadir pada acara ini karena ada undangan mendadak dan harus segera kembali ke Jakarta. Beliau membuka sambutan dengan bercerita kembali ke masa lalu, bahwa sebelum kemerdekaan sempat ada diskusi antara Bung Karno dan Bung Hatta, Bung Hatta menyampaikan "Kita lebih baik tidak usah merdeka dulu, kita merdeka nanti saja ketika rakyat kita sudah cerdas, karena ketika rakyat kita sudah cerdas, mengelola ini semua akan menjadi lebih mudah". Bung Karno menjawab, "Kamu bisa lihat bangsa Arab, Arab bisa merdeka ketika bangsa Baduy tahu mobil bisa makan gandum, tetapi mereka berusaha tetap ingin merdeka saat itu juga. Begitu juga di Indonesia, kita merdeka sekarang juga, karena dengan itu bisa menjadi jembatan emas yang bisa mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia". Dan itu tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, karena negara sudah berjanji lewat pembukaan UUD 1945, maka mencerdaskan bangsanya sekarang termasuk menjadi tanggung jawab kita semua yang sudah niat dan ikhlas untuk menjadi pengajar.

Pengarahan Anggota Komisi 10 DPR-RI

Memasuki inti acara, materi pertama dibawakan oleh Muadz Anshori dari Pusmendik dengan tema Pelaksanaan Asesmen Nasional SMA, SMK, dan SMP dan Persiapan Pelaksanaan Asesmen Nasional jenjang SD Tahun 2023. AN terdiri dari tiga aspek penilaian yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). AKM terdiri dari Literasi membaca dan Numerasi. Kecakapan Literasi membaca dan numerasi bermanfaat bagi siswa untuk memahami secara baik berbagai informasi baik dalam bentuk teks maupun numerik. Kegiatan sehari-hari sangat dekat dengan literasi dan numerasi, diharapkannya penerapan praktek baik literasi dan numerasi di sekolah dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa secara kritis dalam mengembangkan critical thinking untuk penyelesaian masalah atau problem solving.

Penyampaian materi oleh Narasumber

Materi kedua dibawakan oleh Koordinator Substansi Analisis Penilaian Hasil Pendidikan, Haryo Susetyo, S.Kom., M.Kom. dengan tema Asesmen Nasional Sebagai bagian dari Rapor Pendidikan. Rapor Pendidikan berisikan data dengan persentase AN sejumlah 60%. Platform Rapor Pendidikan merupakan semacam aplikasi hasil dari Asesmen Nasional. Kemudian pada tahun 2022 karena sudah mempunyai dua hasil skor maka ada selisih skor atau bisa juga disebut delta pada setiap indikator. Sehingga walaupun mendapatkan warna merah tapi deltanya naik berarti progresnya baik. Namun, apabila mendapatkan warna hijau tapi deltanya turun maka diperlukan perhatian lebih lanjut.

Materi berikutnya oleh Koordinator Substansi Asesmen Akademik, Mira Josy Moestadi, S.H., M.Si. membawakan tema AKM dan pembelajaran. Seperti yang dikatakan Anshori, AKM yang terdiri dari literasi membaca dan numerasi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. AKM memiliki dua sub asesmen yang dikenal dengan literasi membaca dan numerasi. Literasi membaca memiliki dua konten yaitu informasi dan fiksi, konten fiksi dapat membuat pembaca berimajinasi. Secara tidak sadar, ketika memahami bacaan, tidak hanya sekedar bahasa indonesia yang meningkat. tetapi pemahaman atas mata pelajaran lain pun ikut meningkat. Sedangkan numerasi memiliki empat konten atau domain yaitu aljabar, bilangan, geometri, dan data. Konten berikut akan dikaitkan dengan konteks yang terdiri dari personal, sosial budaya, dan saintifik. Dengan konten dan konteks yang dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat mengetahui apa fungsi mempelajari literasi membaca dan numerasi. Meskipun dengan penerapan yang sederhana, hal tersebut dapat memberikan contoh yang nyata kepada peserta didik. Tidak hanya diberikan penerapan kegiatan yang rutin didapatkan, peserta didik pun diberikan kondisi tidak rutin karena bisa saja hal yang sering dialami peserta didik merupakan hal yang tidak rutin tadi.

Penyampaian materi oleh Narasumber

Materi terakhir disampaikan oleh Koordinator Substansi Data & Statistik Pendidikan, Pusat Data dan Informasi, Drs. Laurentius Manik Mustikohendro, M.Si. dengan tema Teknis Akses Dasbor Sulingjar. Standar Penilaian Minimal Pendidikan atau SPM merupakan rapor yang diperuntukkan pada Bupati dan Walikota, nilai SPM diperoleh dari Rapor Pendidikan yang berasal dari Asesmen Nasional. Dengan demikian hasil Asesmen Nasional yang optimal akan memberikan rapor SPM yang optimal pula. Tak bosan narasumber mengingatkan, agar selalu pastikan operator terdaftar di laman sdm.data.kemdikbud.go.id, tugas operator yang kedua adalah mencetak kartu login, lalu tugas berikutnya memastikan data responden sudah sesuai. Saat pengisian Sulingjar silakan menggunakan device yang berbeda. Karena saat pengisian belum selesai, data yang sudah terisi akan tersimpan sementara pada device yang digunakan.

Sesi Diskusi dengan Guru-guru

Sesi terakhir yaitu diskusi bersama para guru yang hadir, ada sebuah pertanyaan diajukan oleh salah satu guru peserta, Sueb, yang menanyakan mengenai sanksi yang diberikan apabila sekolah tidak mengikuti Asesmen Nasional, menjawab itu, Manik menegaskan, “Karena ini merupakan salah satu evaluasi sektor pendidikan, mau atau tidak, suka dan tidak suka, Asesmen Nasional tetap harus diikuti.”, tutupnya.


-----

Penulis: Cecep Yusuf Maulana

Penyunting: Sawungaji A. Danurdoro