Memuat Laman Pusat Asesmen Pendidikan

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

PUSAT ASESMEN PENDIDIKAN MENUJU WBBM
Artikel
Home Artikel
Diskusi Evaluasi Pelaksanaan Asesmen Nasional Bersama Tim Komisi X DPR RI dan Para Rektor Universitas Di Semarang Jawa Tengah
Jumat, 11 November 2022 5859x dilihat


Senin, 7 November 2022, Kemendikbudristek, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Pusat Asesmen Pendidikan bersama Komisi X DPR RI mengadakan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2022 di Hotel Grand Dhika Semarang Provinsi Jawa Tengah yang di hadiri oleh beberapa peserta DKT antara lain; Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Guru Komite Sekolah, MGMP Matematika, LPMP Bahasa, Mass Media, FSLDK Semarang dan para pakar Praktisi Pendidikan lainnya. Narasumber DKT ini juga dihadiri oleh Rektor/yang mewakili dari beberapa universitas di Semarang, seperti Universitas Negeri Semarang, Universitas Islan Sultan Agung dan Universitas Dian Nuswantoro.

Pembukaan dan Pengarahan dari Bapak Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.


Kegiatan DKT dimulai dengan arahan yang diberikan oleh sekretaris Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan yakni Bapak Suhadi, M.T yang menjelaskan tentang harapannya setelah Ujian Nasional diubah menjadi Asesmen Nasional, tidak hanya mengukur beberapa mata pelajaran tertentu, tetapi semua mata pelajaran diharapkan menjadi prioritas di semua satuan Pendidikan untuk tetap di ajarkan kepada peserta didik dengan tingkat urgensi yang sama. Diharapkan sudah tidak ada peserta didik yang di drilling mapel tertentu pada Bimbel-Bimbel. Kemudian dari dinas Pendidikan yakni Ibu Dr. Uswatun Hasanah, M.Pd menyampaikan beberapa catatan penting terkait permasalahan evaluasi Asesmen Nasional yang terjadi khususnya di Semarang Provinsi Jawa Tengah, beberapa diantaranya : (1). Peserta didik kurang memiliki kemampuan dalam menggunakan Komputer, (2) Peserta didik kurang memahami soal AKM terutama soal yang Kompleks, (3) Peserta didik maupun pendidik masih belum melek TIK, (4) Pembiayaan Pengadaaan Komputer belum maksimal, (5) Pembiayaan ANBK belum teranggarkan khusus dalam APBD. Dari permasalahan yang timbul ini, solusi sementara sudah berusaha dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa tengah sebagai bentuk tindaklanjut mengatasi permasalahan yang ada. Harapannya pada AN tahun depan sudah bisa lebih baik lagi.

Narasumber yang berasal dari Universitas yakni Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Universitas Negeri Semarang, Bapak Dr. Isnarto, M.Si. Ikut memberikan masukan/solusi yang lebih praktis dari beberapa pertanyaan yang timbul dari peserta DKT, salah satunya dengan memberikan penjelasan apa-apa saja yang menjadi tujuan di dirikan LP3,  Kegiatan yang dilakukan antara lain: (1). Paket pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan, (2) Layanan konsultasi dan komunikasi masalah pembelajaran keguruan, (3) Layanan Advokasi Guru.